Siapa si Jahat yang dimaksud oleh Yesus dalam Matius 5:37?

Perhatikan ini:
Yesus berpesan, dan ini adalah sebuah ajaran yang berasal dari langit!

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."  (Matius 5:37)

Nah, tahukah kalian siapa "si jahat" dalam sabda Yesus di atas?
Jawabnya adalah, IBLIS!

Lalu, apa kata "si jahat" kepada seluruh pengikutnya?
"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" ( Roma 3:7)

Artinya apa?
Untuk hal-hal yang dia kira adalah demi kemuliaan Allah, maka "si jahat" ini tidak pernah ragu untuk berdusta!

Alasannya apa?
Untuk menjerat sebanyak-banyaknya pengikut "ajaran nyeleneh" yang dalam hayalannya adalah ajaran yang diinginkan oleh Allah!

Ini diakuinya sendiri seperti dalam salahsatu surat-suratnya kepada jemaat Korinthian, begni:
"Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi, dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya."  (2Korintus 12:16)

Tahukah "si jahat" ini bahwa semua yang diajarkannya itu sebetulnya bukan dari Allah?
YA! DIA TAHU!

Begini pengakuannya:
"Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah." (2Korintus 11:17)

Jadi, motivasi "si jahat" ini cuma untuk bermegah-megah demi menutupi kebodohan sendiri!

Lalu, apakah ajaran "si jahat" ini patut dianggap sejalan dengan ajaran Yesus, khususnya tentang KEJUJURAN? Jawabnya jelas, TIDAK!

Tapi hebatnya, "si jahat" ini meminta kepada pengikutnya, sekaligus memproklamirkan kepada kita bahwa para pengikutnya, yang pada hari ini kita kenal sebagai umat Kristen, selalu mengingat dan melaksanakan semua ajarannya!

Begini dia menuliskan "proklamasinya" tsb:

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu." (1Korintus 11:1)

Celakanya, dia mendoktrin semua pengikutnya untuk melaksanakan segala ajarannya, sementara dia sendiri tidak sedikitpun melaksanakan ajaran Yesus!

Nah, sampai di sini, apakah kita masih perlu merasa heran jika mendapati betapa gigihnya umat ini berdusta dan berdusta lagi saat terdesak untuk mengakui secara jujur betapa banyaknya kekeliruan dalam ajaran "si jahat" yang selama ini mereka pikir merupakan kebenaran yang datang dari langit?

Padahal sudah jelas sejak awal tadi, Yesus mengajarkan JANGAN SESEKALI BERDUSTA untuk alasan apapun, sementara "si jahat" dengan enteng memberikan teladan bahwa BERDUSTA demi kemuliaan Allah tidak perlu khawatir akan dipandang oleh Allah sebagai perbuatan dosa!

Benarkah begitu?
Jawabnya: "TIDAK!"

Jauh sebelum Yesus mengingatkan pengikutnya tentang bahaya berdusta (karena sangat dibenci oleh Allah), dalam kitab Mazmur warisan Daud dan Slomon, kita bisa menemukan peringatan bagi para pendusta ini, di antaranya tertulis:

"Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu." (Mazmur 5:6)

Kembali lagi ke sejarah kehidupan "si Jahat" ini;
Tahukah kalian bahwa sebelum mengaku-ngaku bertaubat kemudian memproklamirkan dirirnya sendiri sebagai seorang rasul, ia adalah "pemburu" pengikut setia Yesus yang membantai manusia seperti hewan?

Bahkan dalam lakonnya memerankan aksi Rasul Gadung, berkali-kali dia menyatakan dengan sangat jelas bahwa ajaran Kristen yang dibawanya sebenarnya penuh dengan KUTUK! 

Tapi anehnya, umat yang mengaku-ngaku dan mengira mereka adalah pengikut Yesus Kristus sama sekali tidak mengindahkannya, bahkan sebaliknya, justru lebih percaya pada segala bualan "si Jahat" daripada semua ajaran pokok Yesus Kristus!

YA!
Begitulah faktanya!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini?
Reactions

Posting Komentar

0 Komentar