MUKJIZAT HANYA MILIK ALLAH,
ALLAH MENUNJUKKAN MUKJIZAT-NYA MELALUI PARA NABI DAN RASUL-NYA,
TERMASUK MELALUI DIRIKU
Jauh sebelum aku dilahirkan, Ulangan 22:20 dalam Kitab Taurat sudah menetapkan hukum yang amat keras dan tegas bagi siapa pun yang kedapatan berzina, yaitu dirajam (dihujani dengan batu) sampai mati!
Dengan demikian, maka tidak ada satu perempuan Yahudi pun yang pernah dituduh dan terbukti berzina sempat mengandung, apalagi melahirkan bayinya!
Sedangkan seperti tertulis dalam salahsatu dari empat injil Kristen, yaitu pada Matius 1:18, Ibuku kedapatan sudah mengandung hingga kemudian melahirkanku, sebelum akhrnya menikah dengan seorang lelaki tua bernama Yusuf. Selama itu masyarakat Yahudi terus menerus menuduh Ibuku telah berzina dengan lelaki yang tidak diketaui siapa orangnya.
Tapi selama mengandung, terutama setelah aku dilahirkan, bahkan hingga aku dewasa, tidak satu orang Yahudi pun yang berani melaksanakan Hukum Taurat yang berlaku atas perempuan yang dituduh berzina terhadap Ibuku seperti diperintahkan dalam Ulangan 22:20.
Tahukah kalian apa sebabnya?
Kitab Kristen tidak pernah menjelaskannya, tetapi kitab suci Al-Quran dalam QS. 19:27-35 mengisahkan bahwa mereka berhenti menghujat Ibuku setelah atas ijin Allah, aku yang kala itu masih bayi sudah dapat berbicara dan menjelaskan sendiri kepada mereka bahwa keajaiban itu terjadi karena aku adalah seorang Nabi utusan Allah, Tuhanku dan Tuhan mereka, yang diberi amanat untuk mewartakan Injil khusus dan sangat terbatas hanya kepada bangsa Israel.
Sampai hari ini umat Paulus bukan bangsa Israel tapi mengaku-ngaku sebagai pengikutku percaya bahwa secara ajaib aku dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk menyembuhkan orang buta dan penderita Kusta, bahkan menghidupkan orang mati, tapi menolak untuk percaya bahwa sesungguhnya semua itu adalah tanda-tanda kebesaran dan kuasa Allah yang diperlihatkan kepada Bani Israel melalui diriku.
Padahal Kisah Para Rasul 2:22 dalam kitab Kristen sendiri mencatat dengan amat jelas kesaksian Petrus, Panatua dari keduabelas sahabatku, bahwa keajaiban, kuasa-kuasa, dan segala mukjizat yang terjadi melalui diriku sesungguhnya adalah atas ijin dan kuasa Allah.
Karenanya, siapa pun yang mengingkari semua itu sama artinya dengan mengingkari kuasa Allah, Tuhanku dan Tuhan mereka, dan untuk kebebalan yang amat sangat tsb, Allah telah memastikan bahwa mereka tidak akan pernah mencium harumnya sorga, apalagi menjadi penghuni kekal di dalamnya!

Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini?
0 Komentar