Tahukah kalian, apa perbedaan mendasar antara sampah dan kotoran?

Coba perhatikan tulisan Paulus dalam 1Korintus 4:13 seperti terlihat dalam sampul buku di atas ini.

Demikianlah pengakuan rasul gadung kita tsb atas nama seluruh pengikutnya (yang masih setia hingga saat ini), bahwa sejatinya sejak awal dia sudah mendudukkan derajat kemanusiaan seluruh umat kristen sama dengan sampah seluruh dunia, bahkan secara spesifik dia juga memberi predikat kepada umat ini sebagai kotoran dari segala sesuatu.

Jadi, ketika kita bicara tentang sampah dunianya Paulus, maka yang terbayang adalah lautan tumpukan sampah berbau busuk yang volumenya jutaan kali lebih besar dan lebih luas misalnya saja, dari TPA Bantar Gebang di dekat Bekasi sana.

Begitulah menjijikkannya umat Kristen dalam pandangan Paulus!

Demikian pula ketika kita bicara tentang kotoran yang dia maksud, yakni kotoran dari segala sesuatu, sebut saja kotoran dari segala jenis hewan dan manusia yang berceceran bercampur air comberan di sebuah ceruk. Maka wadah yang terbayangpun tidak kalah luas dari lautan sampah di atas tadi, tapi yang satu ini berisi berjuta-juta ton kubik kotoran segala jenis hewan dan manusia!

Begitulah lebih menjijikkannya lagi umat Kristen dalam pandangan Paulus!

Ya, gambaran tentang umat ini di mata rasul gadungnya memang tidak lebih baik dari sampah dan kotoran dunia, karena baginya, umat ini tidak berharga sebab mudah sekali dibohongi!

Itu sebabnya kenapa di grup debat manapun itu, dewasa ini hampir mustahil bagi netter muslim untuk menemukan apologist kristen berkualitas untuk berdolah dalih tentang kristianologi kecuali dijamin akan berhadapan dengan segerobak laskar odong-odong asbun tukang hujat dan penebar sampah doang!

Secara empirik, mental mereka memang sudah rerlanjur terbentuk sedemikian rupa sehingga sulit bagi kita untuk menemukan orang-orang terpelajar dengan wawasan luas di antara mereka untuk benar-benar menikmati sebuah dialog berwawasan yang bermartabat!

Lagipula, tidak sedikit di antara mereka yang cerdas menggunakan akalnya ternyata sudah lama meninggalkan kristen. Kabarnya, kalau tidak menjadi atheis, ya, menjadi anggota Majelis Ta'lim, karena secara sadar sudah bersyahadat untuk kemudian menjalani kehidupan rohani yang 100% gress baru sebagai muallaf!

Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, netter muslim harus berlapang dada meladeni sisa-sisa sampah dan kotoran dunia ini yang ke sana ke mari kerjanya cuma nyampah sambil bermimpi jika mati nanti pasti masuk sorga!

Nah, itulah bedanya kualitas pengikut ajaran Paulus sang rasul gadung dengan kualitas pengikut sejati ajaran semua nabi dan rasul Allah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini?
Reactions

Posting Komentar

0 Komentar