Kristen kacang polong percaya begitu saja doktrin gereja yang mengajarkan bahwa sebenarnya Allah menciptakan Adam (dan seluruh keturunannya) untuk hidup abadi, alias immortal di Taman Eden yang konon katanya terletak di bumi.
Tapi karena Adam memakan buah terlarang di sana , maka Tuhan pun "berobah pikiran", dan hal itu menjadi penyebab kenapa manusia harus mati, alias menjadi makhluk mortal.
Sekian juta tahun setelah penciptaan Adam, muncullah jargon aneh tapi kemudian menjadi bagian penting dari iman Kristen yang menyebutkan bahwa "UPAH DOSA ADALAH MAUT!"
Artinya, siapapun yang berdosa pasti mati!
Sedangkan konsekuensinya; siapapun yang tidak berdosa, pasti tidak mati!

Padahal masih pada jaman Adam Allah sudah berfirman, sebagaimana yang antara lain tercatat dalam alkitab sbb:

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

"Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

"Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku."
Baru dari tiga catatan di atas saja kita sudah bisa melihat sendiri bahwa Allah menciptakan manusia memang untuk hidup di bumi, maksimum selama 120 tahun, lalu harus mati sesuai dengan kehendak-Nya sebagai Yang Mahamenghidupkan dan Mahamematikan!
Tapi jika masih ada juga yang bertegar tengkuk bahwa iman mereka tentang immortalitas Adam (dan seluruh keturunannya) sudah benar, maka coba pikirkan ini:

Apakah daratan yang tersedia cukup untuk menampung seluruh umat manusia yang jumlahnya pasti berlipat ganda dari lk. 7 miliar sekarang ini?
Apakah sumber daya yang tersedia di seluruh permukaan bumi akan cukup untuk menghidupi puluhan milyar manusia yang tidak pernah mati itu?

Bagaimana dengan milyaran manusia yang seharusnya masuk sorga tapi karena keterbatasan daya tampung, akhirnya tidak bisa masuk sorga?


beriman itu baik. Tapi akan jadi bencana abadi di neraka jika tidak disertai dengan penggunaan akal dengan baik pula!
Ngerti dik?
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini?
0 Komentar